Apakah Depresi Berkepanjangan Bisa Merusak Otak?

  • Share
Depresi berkepanjangan merusak otak

Pada umumnya depresi dapat terjadi pada diri seseorang karena tubuhnya tidak sanggup menahan beban pikiran yang datang kepadanya. Stres yang terus terpendam dan tidak diobati, maka akhirnya bisa menimbulkan depresi. Orang yang sedang depresi tentu saja akan kehilangan minat terhadap sesuatu hal dan hidupnya tampak berada dalam kesedihan. Parahnya lagi kalau depresi semakin dibiarkan, maka bisa saja seseorang yang mengidap depresi malah melakukan percobaan bunuh diri.

Berbeda sekali jika dibandingkan dengan rasa sedih biasa dan orang yang depresi. Rasa sedih yang biasa dirasakan seseorang yang normal, maka akan membaik dengan sendirinya, namun kalau sedih yang dirasakan penderita depresi, maka dia membutuhkan penanganan yang tepat. Kesehatan mental semacam ini kalau terus dibiarkan bisa menurunkan kualitas hidup seseorang.

Depresi bisa menyerang siapapun dan tidak memandang usia. Kebanyakan penderita depresi disebabkan oleh yaitu dirinya pernah mengalami peristiwa traumatis, ketergantungan obat-obatan dan pernah menjadi korban pelampiasan atau kekerasan. Kalau semakin berlarut-larut maka bisa merusak jaringan otak dan merusak fungsi otak.

Masalah otak yang diakibatkan depresi antara lain:

  1. Ukuran otak mulai menyusut.
    Bisa dibilang orang yang mengalami depresi dalam jangka waktu yang lama, maka bisa membuat bentuk dari otaknya menyusut. Penyusutan bentuk otak penderita depresi, maka akan membuat dirinya kesulitan konsentrasi, sulit mengambil tindakan, tidak dapat mengendalikan emosinya dan mudah sekali tersinggung.
  2. Pasokan oksigen ke dalam otak mulai berkurang.
    Depresi bisa membuat aliran darah pada tubuh seseorang menjadi tidak lancar. Jadi oksigen yang dibawa dapat berkurang karena adanya peradangan pada otak yang ditimbulkan dari gangguan mental yang dialaminya. Biasanya penderita depresi bisa rentan terkena penyakit stroke.
  3. Otak mulai mengalami penuaan.
    Depresi dari seseorang yang mengalaminya jika dibiarkan dalam waktu lama, bisa menyebabkan otak menua yang akhirnya mengalami gangguan semacam kesulitan berpikir dan rusaknya sel otak serta sulitnya otak untuk memperbaiki jaringan sistem sarafnya yang rusak tersebut. Jadi kalau kamu melihat ada orang dewasa yang masih sekitar 30 tahun tapi suka lupa, maka bisa jadi dirinya mengalami penuaan pada bagian otaknya akibat sakit depresi yang tidak kunjung sembuh.

Perlu ditangani dengan seorang psikolog atau psikiater jika memang penderita depresi belum mengalami perubahan. Jika sejak dini depresi ditangani maka kemungkinan sembuh bisa lebih mudah, dibandingkan dengan orang yang depresi dalam jangka panjang, maka akan sulit untuk disembuhkan. Ikhlaskan saja kepergian orang yang kita cintai dan ikhlaskan saja apapun itu agar diri kita selalu merasa bahagia dan terbebas dari beban pikiran.

Beban yang terus saja dipikirkan dan semakin menumpuk maka pada akhirnya bisa membuat diri seseorang terkena depresi. Coba saja untuk dibawa ke rumah sakit jiwa secepatnya agar dapat sembuh dengan cepat.

Sekian dulu artikel kesehatan seputar benarkah kalau depresi bisa merusak otak seseorang jika dibiarkan begitu saja. Semoga saja kehidupan kita setiap harinya tidak banyak dibebani masalah kehidupan dan terbebas dari depresi yang sekarang ini banyak dialami hampir sebagian besar orang di dunia ini.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *